Kategori
Society

Berikut Alasan Mengapa Orang Bisa Memiliki Hubungan Tanpa Status

Berikut Alasan Mengapa Orang Bisa Memiliki Hubungan Tanpa Status

Seperti yang kerap kami lihat, banyak sekali orang bisa dekat dan melaksanakan aktifitas seperti orang pacaran, tetapi mereka gak memiliki status hubungan yang jelas. Jelas saja, sebagai yang memperhatikannya, kami bakal menanyakan ‘kenapa senang saja melaksanakan hal romantis, padahal gak ada hubungan apa pun?’

Namun, di lansir dari laman tequila-orendain.com, sebelum berpikir amat jauh, apa lagi memandang bersama dengan pandangan yang buruk, ada baiknya tahu alasan seseorang senang menjalin hubungan tanpa status selanjutnya ini. Simak baik-baik ya!

1. Enggan berkomitmen

Di kutip dari laman idn poker ios, mereka yang menjalin hubungan tanpa ada standing pacaran itu menunjukkan jikalau berasal dari keduanya enggan sekali untuk berkomitmen. Menjalin hubungan bersama dengan standing pacaran itu ibarat sama bersama dengan menikah dengannya.

Rencana untuk menikah bukanlah hal yang mereka miliki. Oleh gara-gara itulah, mereka akhirnya pilih untuk lakukan kesibukan seperti orang pacaran, tapi gak dulu ada kata jadian atau pacaran.

2. Menghindari drama dalam hubungan

Sudah di ketahui oleh khalayak umum kalau menjalin sebuah hubungan itu gak selalu bahagia. Ada masalah dan pertengkaran yang pastinya terjadi.

Mereka yang gak mau terlibat banyak drama di hubungan, lebih memilih untuk menjalani kebersamaan tanpa adanya status saja. Dengan begitu, hubungan yang di jalani hanya untuk senang-senang semata tanpa ada tuntutan dan drama kerap yang terjadi.

3. Hanya ingin menikmati kebersamaan

Hubungan tanpa adanya status hanya berlaku bagi mereka yang hanya ingin menikmati kebersamaannya saja. Mereka cenderung sosok yang keras kesepian, butuh teman dan partner untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain.

Hanya saja, pacaran gak ingin di lakukan. Itulah yang akhirnya membuat mereka dekat hanya untuk sebatas menikmati kebersamaan dan kebersamaan yang terjadi.

4. Sedang mencari sosok yang tepat

Sering menjalani hubungan tanpa status pacaran juga bisa di lakukan bagi seseorang yang sedang mencari calon pasangan untuk hidupnya. Dengan menjalani hubungan yang seperti ini, itu akan mempermudahkannya untuk mengetahui sifat dan karakter dari sosok yang sedang di dekati.

Jika memang cocok dengan dirinya, maka dia akan semakin melakukan pendekatan lebih. Semua yang ada dalam dia ketahui, setelah itu barulah menjalin hubungan dengan status.

Kategori
Society

Menutut Para Ahli, Inilah Manfaat Dari Hubungan yang Terjalin Lambat

Menutut Para Ahli, Inilah Manfaat Dari Hubungan yang Terjalin Lambat

Lika-liku kisah asmara tetap menarik buat di ulik, terhitung kala pasanganmu menjelaskan bahwa ia ingin merintis interaksi secara perlahan. Situasi seperti ini bukan hanya kamu aja yang mengalaminya, kok.

Beberapa pasangan mempunyai motivasi spesifik yang justru bisa di jadikan motivasi untuk menyatakan isyarat bahwa dirinya udah nyaman serupa kamu. Apakah kamu menjadi hubunganmu terkesan lambat? Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut ini enam manfaat yang dapat kamu peroleh menurut pakar.

1. Memahami motivasi pasangan

Di kutip dari laman idnplay mobile, dalam Brides, pakar hubungan Stacey Laura Lloyd menjelaskan ‘menjalani hubungan secara pelan’ mengindikasikan hubungan romansa yang berlangsung bersama lebih pelan, baik secara fisik maupun emosional. Dalam banyak kasus, orang idamkan hubungan lebih lambat gara-gara mereka idamkan lebih benar-benar berkomitmen dan ulang berkoneksi secara intens bersama pasangan.

Pendiri The Professional Wingman Thomas Edwards Jr., di kutip dari Elite Daily menjelaskan bahwa indikasi gairah meliputi keintiman, koneksi, perasaan, dan komitmen yang tumbuh di dalam hubungan terasa menyatu di dalam perasaan nyaman. Artinya permohonan pasangan untuk menjalani hubungan secara pelan-pelan bukan senantiasa menunjukkan persoalan serius. Bahkan, ini mampu menjadi isyarat perlu di dalam mengetahui stimulus pasangan.

2. Memahami kebutuhan pasangan

Menurut Llyod, kamu pun dapat memahami apa yang pasangan inginkan perihal bagaimana kalian menjalani hubungan. Pasanganmu barangkali masih belum siap dengan hubungan yang berjalan terlalu cepat karena belum terlalu yakin dengan hubungan, atau bahkan belum yakin sama apa yang ia inginkan dalam hidup.

Itu berarti bahwa bisa jadi pasanganmu ingin melihat kamu secara lebih jauh, berkencan dengan orang lain, atau mengeksplorasi pilihan lain sebelum melabuhkan hatinya dalam hubungan serius. Jadi jangan buru-buru negative thinking mengenai lambatnya hubungan kalian, ya.

3. Memberi waktu lebih banyak buat memperkuat koneksi

Sebuah kekhawatiran yang wajar apabila kamu sedang menjalin hubungan serius dan ingin melanjutkan ke level berikutnya, lantas pasangan terkesan sebaliknya.

Pakar hubungan Lori Salkin, di lansir Elite Daily mengatakan, “Tidak peduli kecepatan apa yang kamu tetapkan, kamu selalu bisa memilih langkah seimbang untuk mulai dengan lambat, terlebih saat awal masa pacaran.”

Salkin menambahkan bahwa memperlambat hubungan jadi cara bagus buat memperluas koneksi kamu dan pasangan serta memastikan itu jadi prioritas utama. Dalam hal ini, bersikap lambat merupakan langkahnya buat melindungi hubungan sekarang dan masa depan yang mungkin akan kalian miliki.

“Hubungan itu rumit, jadi memastikan semua perasaan dengan tepat ada sebelum menyelam lebih dalam dapat membantu kalian tetap rendah hati,” jelasnya.

Kategori
Rekreasi Uncategorized

Inilah Pemikiran yang Bantu Kamu Menjaga Hubunganmu Selalu Bahagia

Inilah Pemikiran yang Bantu Kamu Menjaga Hubunganmu Selalu Bahagia

Walau di dasari oleh rasa sayang dan cinta satu dengan yang lain, agaknya suatu hubungan percintaan perlu di jalani dengan rasa saling pengertian dan komitmen untuk terus bersama. Setidaknya demi menjaga hubungan untuk selalu berjalan bahagia dan tidak timbul suatu rasa egois atau maunya menang sendiri. Untuk itu kamu perlu suatu konsep yang mendukungnya. Melansir dari tequila-orendain.com, jika kamu ingin mencoba, yuk cek empat konsep berikut ini:

1. Ingin di perhatikan, kamu juga harus perhatian pada pasangan

Di kutip dari laman Daftar Poker777, cobalah untuk menanamkan konsep pada diri sendiri jika kita ingin di perhatikan, kita juga harus perhatian pada pasangan. Pada kenyataanya, jika kita terus menuntut pasangan untuk selalu menuruti apa yang menjadi keinginan kita justru bisa saja membuat pasangan merasa kurang menikmati hubungan dan kurang bahagia. Jika memang keduanya sama-sama saling mengerti satu sama lain pasti hubungan tersebut akan berjalan dengan selalu bahagia.

2. Jagalah kesetiaan pasangan, supaya ia juga setia pada kita

Yang kedua, kunci suatu hubungan untuk selalu bahagia salah satunya ialah saling percaya dan menjaga kepercayaan pasangan. Jika kita ingin pasangan bisa setia pada kita, sebaiknya kita juga selalu bisa menjaga kesetiaan pada pasangan kita seperti yang ia lakukan.

Bayangkan saja jika salah satu dari pasangan ada yang selalu curiga atau ada yang mengkhianati kepercayaan pasangannya dengan berselingkuh, yang ada justru hubungan tersebut akan di penuh dengan konflik dan jauh dari kebahagiaan.

3. Kerap menuntut pasangan bersikap terbuka, kamu juga jangan simpan rahasia darinya

Konsep lainnya yang semestinya kita pegang dalam menjalani hubungan supaya bahagia ialah dengan menanamkan sikap terbuka kepada pasangan jika kita menginginkan pasangan untuk terbuka pada kita. Pada akhirnya, tidak ada rahasia di antara keduanya yang justru semakin membuat harmonis suatu hubungan dan bahagia serta langgeng.

4. Tak suka di kekang, kita juga perlu kasih kepercayaan pada pasangan

Setiap orang pasti menginginkan untuk bebas dan tidak terkekang oleh pasangan ketika menjalani hubungan. Jika memang kita juga menginginkan hal yang demikian, coba tanamkan konsep memberi kepercayaan kepada pasangan untuk sedikit leluasa melakukan aktivitasnya. Pada dasarnya jika sama-sama menjalani hubungan dengan rasa nyaman dan tidak terpaksa justru semakin membuat bahagia dalam hubungan.

Kategori
Uncategorized

Sebelum Minta Maaf Ke Pasanganmu, Coba Pertimbangkan Beberapa Hal Berikut Ini

Sebelum Minta Maaf Ke Pasanganmu, Coba Pertimbangkan Beberapa Hal Berikut Ini

Rasanya semua orang pasti sepakat ya, bahwa meminta maaf itu adalah sebuah perbuatan yang baik? Tanda bahwa kamu cukup dewasa, rendah hati dan tentunya sadar diri bahwa kamu bisa saja berbuat salah dengan atau tanpa sempat kamu sadari, terlebih ke pada pasangan sendiri.

Meskipun begitu, di lansir dari laman tequila-orendain.com, lima hal berikut ini sebaiknya kamu pertimbangkan dahulu sebelum meminta maaf pada pasanganmu. Apa saja itu? Yuk, simak satu per satu!

1. Apakah ini memang salahmu?

Di kutip dari laman Daftar Poker777, sekalipun niatmu baik, jika masalah yang muncul memang bukan salahmu dan justru salahnya, buat apa juga kamu yang meminta maaf? Mungkin kamu cuma ingin mendinginkan suasana.

Apalagi kamu tahu dia tipe orang yang sangat sulit mengakui kesalahan diri sehingga sebaiknya kamu mengalah saja. Namun apakah ini baik? Apakah kamu kuat untuk selalu mengalah darinya?

Jika ini terus di lakukan, hubungan kalian malah menjadi makin tidak sehat. Dia makin merasa paling benar dan mendominasi hubungan. Dia perlu belajar berintrospeksi dan meminta maaf selagi kamu belajar lebih tegas padanya.

2. Jika salahmu, yakin tahu persis letak kesalahanmu dan bagaimana seharusnya?

Dengan kepekaan hatimu, kamu akan lekas menyadari telah melakukan kesalahan pada pasangan. Namun cepat-cepat meminta maaf juga kurang tepat. Kecuali jika kamu tahu persis apa kesalahanmu.

Bila kamu hanya mengira-ngira, permintaan maafmu gak akan memuaskannya apalagi mengobati perasaannya yang telanjur terluka. Sebab dia jadi gak bisa berharap kamu tahu caranya memperbaiki diri.

3. Sudah berapa kali meminta maaf untuk kesalahan yang sama?

Nah, ini akibatnya jika selama ini kamu cuma suka meminta maaf tanpa tahu dengan pasti letak kesalahanmu dan bagaimana yang seharusnya. Pasti kamu bakal mengulang-ulang kesalahan itu.

Kamu pikir, pasanganmu akan kebal setelah berkali-kali di sakiti dengan cara yang sama. Beberapa orang di luar sana mungkin saja gak peduli lagi jika berada dalam kondisi seperti ini.

Namun pasanganmu mungkin justru makin sakit hati. Sampai akhirnya dia menyerah dengan hubungan kalian alias minta putus. Kamu gak cuma punya tugas meminta maaf bila bersalah melainkan yang terpenting ialah gak mengulanginya lagi.

4. Waktu, tempat, dan suasana hatinya

Kesalahanmu saja sudah bikin perasaannya gak enak. Apalagi kalau kamu mencoba meminta maaf di waktu dan tempat yang gak tepat. Di tambah suasana hatinya lagi gak baik.

Entah karena dia masih kesal banget padamu atau ada hal lain yang membuatnya bad mood. Jangan sampai dia sekalian melampiaskan semua kejengkelannya padamu.

Kategori
Uncategorized

3 Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

3 Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

Setelah menjalin hubungan yang lama, tentunya kamu akan berpikir mengenai masa depan bersamanya. Bisa menghabiskan sisa hidup bersama dengan orang yang kamu cinta, tentunya menyenangkan.

Sayangnya, bila yang terjadi justru kamu salah memilih pasangan, bukan senang yang kamu terima, yang ada masa depanmu jadi rusak. Karena bayangan rumah tangga yang bahagia, buyar sudah di sebabkan sikap pasanganmu yang toksik.

Di lansir dari laman tequila-orendain.com untuk mencegahnya, ada beberapa tipe pasangan toksik yang wajib kamu hindari sejak sekarang. Ingat, jangan sampai menyesal kemudian!

1. Pasangan seorang pecandu

Di kutip dari laman Login Poker Online, tipe pertama yang sebaiknya kamu hindari untuk di jadikan pasangan, adalah pecandu. Mulai dari pecandu narkoba, minuman keras, judi, belanja, hingga seorang pecandu cinta. Karena kalau sudah jadi pecandu, sulit berpikir lagi dengan logika. Termasuk saat dia sudah kecanduan cinta. Tipe seperti ini, akan sering menyakitimu tanpa rasa bersalah, karena dia beranggapan semua itu di lakukan demi cinta. Mengerikan, bukan?

2. Tipe pasangan narsis

Kita memang wajib mencintai diri sendiri. Dengan lebih mengenali dan mau menerima diri sendiri, maka kamu pun jadi lebih mudah dan tepat saat mencintai orang lain.

Hanya saja, jangan sampai narsis. Karena tipe yang narsis, akan sulit menerima kalau ada orang lain lebih baik darinya, termasuk pasangannya sendiri. Orang yang bertipe narsis, cenderung egois, gak bisa di kritik, selalu merasa paling segalanya, hingga sulit berempati. Yakin, kamu mau menghabiskan sisa hidup dengan orang seperti ini?

3. Tipe yang kekanak-kanakan

Setiap orang memang punya sisi kanak-kanak dalam dirinya. Tapi, bukan berarti kekanak-kanakan. Bersikap kekanak-kanakan, padahal umur sudah gak lagi muda, adalah ciri orang yang tidak dewasa secara mental.

Berpasangan dengan orang seperti ini, membuatmu rentan sakit hati. Saat ada masalah, bukannya di selesaikan malah menghindari. Saat ada perbedaan pendapat, bukannya di sikapi dengan bijak, malah emosinya meledak-ledak. Gimana rumah tangga mau harmonis, kalau tingkahnya begitu.

Kategori
Uncategorized

4 Tanda Orang yang Mendekatimu Gak Pernah Serius, Renungkan Sekarang

4 Tanda Orang yang Mendekatimu Gak Pernah Serius, Renungkan Sekarang

Kamu pasti pernah menjumpai seseorang yang di awal ingin menjalin hubungan intens, lalu tiba-tiba hilang. Situasi ini memang bukan salahmu atau dia.

Namun, meladeni orang seperti ini bakal bikin kamu capek sendiri. Sekarang, waktunya kamu tahu tanda-tanda orang yang mendekatimu karena modus.

Berikut ini tequila-orendain.com, kasih tunjuk tanda orang yang mendekatimu gak pernah serius. Coba cek di sini, jangan sampai kamu jadi korban ghosting!

1. Datang cuma buat ngetes apakah kamu layak bersanding bersamanya atau gak

Di kutip dari laman Club388 Indonesia perhatikan deh, orang yang PDKT serius dengan yang bukan! Orang yang serius bakal tetap menjalin hubungan baik. Sebaliknya, orang yang ingin bermain, bakal pergi saat sesuatu yang di inginkan ternyata belum terpenuhi sama kamu.

Di lansir Huffington Post, profesor David Dryden Henningsen menjelaskan definisi komprehensif perihal motivasi orang melakukan pandekatan. Selain hanya untuk bersenang-senang, alasan lain merujuk pada exploring motivation.

“Sifat merayu yang terkesan ambigu, memudahkan seseorang buat menyampaikan minat romantis atau seksual secara tidak langsung dengan risiko lebih rendah. Jadi, perempuan dan laki-laki menggoda untuk menguji, mengukur, atau menyelidiki apakah orang lain tertarik untuk memulai suatu hubungan,” jelas Henningsen.

2. Menutupi kedekatan kalian dari orang lain

Selanjutnya, psikolog Antonio Borello memaparkan tanda bahwa pendekatan dalam hubungan sudah keluar batas. Salah satunya adalah ketika orang yang mendekatimu, menyembunyikan hubungan kalian dari keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja.

Orang yang serius bakal terbuka sama perasaannya, baik sama kamu maupun orang di sekitar kalian. Karena bagaimana pun, kalian akan menjalin hubungan bersama nantinya.

Kalau sampai sekarang dirinya belum berani menunjukkan ketertarikan secara terbuka, berarti ada yang gak beres sama bagaimana ia ingin memulai hubungan.

3. Mengkhianati pertemanan dengan memberi lebih banyak keintiman emosional

Batasan antara pertemanan dan hubungan romantis bisa di lihat ketika kalian mulai berbagi lebih banyak keintiman secara emosional. Jadi, jika kamu mendapati teman memberikan perhatian lebih, itu sudah menunjukkan tanda bahaya.

Keadaan ini seperti membawamu pada situasi rumit, yang mana kamu harus memilih antara pertemanan atau hubungan romansa.

“Gurauan dan godaan yang bersahabat, bisa membuat kita terbuka dan lebih banyak berbagi pikiran dan emosi. Apa yang di mulai sebagai persahabatan yang menyenangkan, kemudian menjadi dasar dari hubungan yang intim secara emosional. Jika ternyata kamu berbagi lebih banyak emosi dengan penggoda, kamu sudah pindah ke wilayah berbahaya,” ungkap Borello.

4. Salah satu di antara kalian, ada yang merasa bersalah atas kedekatan kalian

Apakah kamu pernah merasa bersalah karena dekat dengan seseorang? Atau justru orang tersebut yang mengalami hal demikian? Entah karena kalian sudah punya pasangan atau alasan lain, menggoda memang memiliki tendensi mengarah pada perselingkuhan.

Kerap kali godaan tersebut di mulai secara polos dan berkembang, serta mengaburkan batas antara kesenangan yang wajar menjadi perilaku yang gak pantas.

“Apakah kamu merasa bersalah setelah menggoda karena kamu sangat menikmatinya? Jika demikian, mungkin pertemananmu hampir gak pantas dan inilah saatnya kalian berhenti,” tambahnya.

Kategori
Uncategorized

Lima Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

Lima Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

Belakangan ini ‘nikah muda’ menjadi tren di kalangan pasangan muda, bahkan tak sedikit yang menjadikan nikah muda sebagai cita-citanya dalam menjalin hubungan. Menikah muda sebenarnya tidak apa-apa asal di lakukan dengan niat baik, akan tetapi yang namanya pernikahan pastinya memerlukan kesiapan dan harus di pertimbangkan sebaik mungkin, apalagi jika mau nikah muda.

Makanya orangtua pun juga tidak bisa sembarangan mengizinkan anaknya nikah muda, dan jika tidak mengizinkan mungkin lima hal di lansir dari tequila-orendain.com, berikut ini alasan yang menjadi pertimbangan orangtua sehingga tidak merestui anaknya nikah muda.

1. Belum benar-benar mapan dan serius kerjanya

Di kutip dari Club388 Indonesia, jika dirimu belum memiliki karier yang menjamin kemapananmu dan dalam bekerja pun belum benar-benar serius dan tekun, maka hal itulah yang mungkin menjadi penyebab kenapa orangtua tidak mengizinkanmu untuk menikah muda.

Karena kalau di lihat dari umur saja, kamu sebenarnya masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan karier, kan. Jadi gak salah juga kalau orangtua ingin kamu mapan dulu dalam karier daripada buru-buru nikah muda.

2. Pendidikan yang di tempuh belum selesai

Misalnya, kamu masih kuliah atau menempuh pendidikan hingga jenjang tertentu. Kalau di pikirkan secara logis, memang ada baiknya untuk menyelesaikan terlebih dahulu pendidikanmu baru menikah. Sebab pernikahan adalah jenjang kehidupan baru yang lebih baik di lakukan ketika keadaan sudah lapang dan siap, bukan?

3. Mental sang anak belum siap untuk bertanggung jawab dan berkomitmen

Meskipun tidak ikut campur dengan semua urusanmu tapi jangan kira kalau orangtua tidak memperhatikan kesiapan diri dan mentalmu untuk menghadapi pernikahan. Apalagi jika kamu masih manja dan bergantung pada mereka, tentu saja ia tak akan mengizinkanmu nikah muda.

4. Bukan waktu yang tepat untuk menggelar pernikahan

Maksudnya belum waktu yang tepat itu seperti apa? Misalnya, keadaan finansial keluarga sedang sangat terpuruk atau bangkrut, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau baru saja berkabung sehingga tidak mungkin menggelar pernikahan. Selain bukan waktu yang tepat, rasanya juga tidak etis kalau menggelar suatu acara sakral ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja, kan.

5. Belum begitu mengenal pribadinya dan bagaimana keluarganya

Jika kamu ingin menikah dengan seseorang yang baru di kenal, bahkan belum benar-benar mengenal bagaimana pribadinya serta bagaimana keluarganya. Maka bisa jadi hal itu juga membuat orangtuamu merasa berat untuk mengizinkanmu nikah muda.

Karena nikah itu bukan hubungan yang sembarangan dan riskan sekali rasanya jika anaknya bersama dengan orang yang belum begitu di kenal, bahkan semua orangtua mungkin akan berpendapat yang sama.

Tak ada orangtua yang tidak menginginkan anaknya menikah, namun meskipun begitu bukan berarti orangtua malah sembarangan memberi izin pada anaknya untuk nikah muda. Dan jika tidak di izinkan bisa jadi lima hal inilah yang jadi pertimbangan orangtuamu, semuanya demi kebaikanmu, kok!