Kategori
Travel

Berikut Ini Beberapa Info Mengenai Wisata Lintang Sewu Yogyakarta

Berikut Ini Beberapa Info Mengenai Wisata Lintang Sewu Yogyakarta

Yogyakarta seakan tak pernah kehabisan tempat wisata baru yang menarik untuk di kunjungi. Salah satu kawasan bersama dengan wisata alam paling baik di Yogyakarta adalah Kabupaten Bantuk. Panorama alamnya hijau dan sejuk.

Kali ini di lansir dari laman tequila-orendain.com, ada wisata alam terbaru di Kabupaten Bantul, Bukit Lintang Sewu namanya. Tempat ini dapat di jangkau dalam waktu satu jam berasal dari Yogyakarta. Kamu dapat menikmati keindahan alam berasal dari ketinggian.

Sejauh mata menyaksikan hanyalah perbukitan hijau, di kutip dari laman idn poker ios, berikut informasi wisata Bukit Lintang Sewu buat panduan berliburmu nantinya.

1. Rute menuju Bukit Lintang Sewu

Perjalanan dari pusat Yogyakarta ke Bukit Lintang Sewu perlu saat kurang lebih sejam bersama dengan jarak 24 kilometer. Ambillah arak ke Terminal Giwangan, lantas masuk ke Jalan Imogiri Timur. Lurus saja ke arah selatan.

Setelah sampai di persimpangan rimba Pinus dan arah Kebun Buah Mangunan, ambil jalan lurus saja. Kalau udah melewati rimba Pinus tersebut, Bukit Lintang Sewu tersedia di segi kanan jalan bersama dengan garpura besarnya.

2. Lokasi, jam operasional, dan harga tiket

Lokasi: Karang Asem, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Jam operasional: setiap hari pukul 04.30-22.00 WIB

Harga: Rp3.000

3. Ada apa saja sih di Bukit Lintang Sewu?

Ketika memasuki Bukit Lintang Sewu, yang dapat kamu melihat pertama kali adalah pepohonan pinus bersama dengan aroma kayu putih. Susananya pun sejuk, supaya beri kesegaran pikiranmu.

Beragam spot menarik di hadirkan di destinasi wisata ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah kreasi gardu pandangnya. Tidak cuma tersedia satu, terdapat sekitar 4-5 gardu pandang bersama dengan bentuk unik.

Gardu pandangnya tersedia yang seperti tempat tinggal terbalik, tapak kaki raksasa, dan sapu terbang. Kalau sudi foto, kamu mesti antre memadai panjang, lebih-lebih sementara menjelang sunset.

Selain menikmati indahnya pemandangan dari gardu pandang, Bukit Lintang Sewu termasuk miliki panggung pentas. Lokasinya pun strategis, anda sanggup duduk istirahat sembari menikmati pemandangan alam.

Kalau beruntung, umumnya dapat tersedia pentas tari dan wayang orang di panggung tersebut. Wah, anda sanggup sekaligus menikmati pertunjukan seni budaya di sini, deh.

Kategori
Travel

Berikut Ini Tempat Wisata yang Punya Sejarah Pilu dan Menyeramkan

Berikut Ini Tempat Wisata yang Punya Sejarah Pilu dan Menyeramkan

Lokasi wisata lazimnya jadi daerah yang menggembirakan dan penuh bersama kegembiraan. Namun siapa sangka, lebih dari satu daerah wisata ternyata dulu jadi saksi bisu momen pembantaian.

Di lansir dari laman tequila-orendain.com, di balik keindahannya, tempat-tempat wisata ini pun menaruh misteri dan sejarah yang menyeramkan. Di kutip dari laman idn poker ios, berikut daftarnya.

1. Gua Jomblang, Yogyakarta

Gua Jomblang merupakan keliru satu gua vertikal yang cukup kondang di kalangan traveler. Lokasinya berada di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua ini menyuguhkan keindahan sinar matahari yang biasa di sebut ‘cahaya surga’.

Namun di balik keindahannya, Gua Jomblang ternyata dulu jadi saksi bisu peristiwa pembantaian massal, yakni pembantaian ratusan orang yang di tuduh terlibat Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Orang-orang berikut di bariskan di pinggir mulut gua dengan tangan terikat satu sama lain. Ketika satu orang di tembak, maka semuanya akan turut terjatuh ke dasar gua dan tewas mengenaskan.

2. Museum Fatahillah, Jakarta

Siapa yang tak kenal Museum Fatahillah? Museum yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, ini sering jadi area nongkrong kaum milennialls hingga area piknik asyik untuk keluarga.

Namun sebelum jadi destinasi wisata, Museum Fatahillah dulunya sempat jadi penjara dan area eksekusi. Sekitar tahun 1740, Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier pernah memerintahkan ribuan orang Tionghoa berbaris di depan Museum Fatahillah.

Mereka sesudah itu di eksekusi secara sadis oleh para algojo yang udah di siapkan. Peristiwa ini di kenal dengan sebutan Geger Pecinan.

3. Pulau Nusa Barung, Jember, Jawa Barat

Pulau Nusa Barung terletak di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tempat ini terkenal sangat indah dan masih alami. Pasirnya putih bersih, di kelilingi hutan hijau, dan air lautnya berwarna biru kehijauan.

Namun di balik keindahannya, Nusa Barung ternyata punya sejarah yang cukup memilukan. Dulunya wilayah ini masuk dalam kekuasaan Kerajaan Blambangan.

Sekitar tahun 1777, terjadi peperangan antara Kerajaan Blambangan dengan Pemerintahan Belanda yang menewaskan banyak orang di sini. Sejak itu, Pulau Nusa Barung dilarang bagi penduduk sekitar. Pada tahun 1920, pulau ini resmi di jadikan cagar alam.

Kategori
Travel

Berikut Situs Warisan Dunia yang Ada di India dan Wajib Kamu Kunjungi

Berikut Situs Warisan Dunia yang Ada di India dan Wajib Kamu Kunjungi

Bertetangga bersama dengan Sri Lanka dan Banglades, terdapat salah satu negara eksotis lainnya, yakni India.

Jika anda tertarik bersama dengan situs bersejarah, maka negara India harus masuk di dalam daftar must visit. Pasalnya, di lansir dari laman tequila-orendain.com, terdapat banyak sekali situs yang di tetapkan sebagai Warisan Dunia di negara ini.

Situs berikut sebagian besar bersifat bangunan peninggalan sejarah. Di kutip dari laman idn poker ios, inilah beberapa situs warisan dunia yang di maksud.

1. Rani Ki Vav, Gujarat

Rani Ki Vav merupakan web yang di dirikan sebagai peringatan Raja Bhimdev I abad ke-11. Sumur tangga ini di rancang layaknya kuil terbalik bersama dengan tujuh tingkat tangga. Situs mempunyai susunan yang memuat pahatan yang benar-benar drastis dan benar-benar detail dan juga ukiran rumit yang menghiasi tiap tiap dindingnya.

Tempat ini merupakan keliru satu lokasi wisata yang paling banyak di kunjungi di negara anggota Gujarat.

2. Kuil Matahari Konark

Kuil Matahari Konark adalah kuil yang di bangun pada th. 1255 M oleh Raja Narasimhadeva I. Kuil fantastis ini berwujud seperti kereta raksasa, dengan dua belas pakai roda batu yang di hias dengan indah yang di tarik oleh tujuh kuda.

Kuil terhitung di bangun dari bebatuan Khondalite. Banyak turis yang berdatangan setiap tahunnya untuk melihat segera keindahan dari kuil.

3. Gua Bhimbetka

Gua Bhimbetka adalah tempat perlindungan dari Zaman Batu. Tempat ini di anggap sebagai jejak kehidupan manusia paling awal yang tersisa di India. Terdapat beberapa atraksi utama termasuk sejumlah gambar dan lukisan yang di temukan di struktur ini.

Gambar dan lukisan di anggap telah berusia lebih dari 30.000 tahun. Lukisan-lukisan ini di buat dengan warna nabati dan menampilkan berbagai figur hewan dan manusia.

4. Kelompok Monumen di Mahabalipuram, Tamil Nadu

Kelompok Monumen di Mahabalipuram merupakan kompleks candi bersejarah yang di bangun dalam rentang waktu yang di mulai dari abad ke-7 M. Oleh sebab itu, pada saat itu, daerah tersebut berada di bawah kekuasaan raja-raja Pallava setempat.

Situs menampilkan beberapa contoh bangunan paling awal yang tersisa dari kuil batu dalam arsitektur Dravida.

Kategori
Travel

Wisata Religi Ramadan, Ini 3 Kampung Arab Terpopuler di Indonesia

Wisata Religi Ramadan, Ini 3 Kampung Arab Terpopuler di Indonesia

Indonesia di kenal sebagai negara yang memiliki beragam suku dan budaya. Salah satunya masyarakat keturunan Arab yang mendiami beberapa kota di Indonesia.

Itu kenapa cukup banyak perkampungan Arab yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kampung Arab memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari budaya, tradisi, hingga kuliner khasnya yang unik.

Saat Ramadan, kampung Arab menjadi salah satu destinasi yang ramai di kunjungi wisatawan. Selain menjadi wisata religi, kamu juga bisa mencicipi kuliner khas Arab. Di lansir dari tequila-orendain.com, berikut tiga Kampung Arab di Indonesia yang bisa jadi jujugan wisatamu.

1. Kampung Arab Pekojan

Di kutip dari IDN Poker APK, zaman dahulu kawasan ini merupakan pelabuhan tersibuk di dunia. Gak heran kalau banyak warga asing yang awalnya hanya ingin berdagang, tetapi justru menetap di kawasan Pekojan. Salah satunya warga Arab yang di perintahkan pemerintah Belanda untuk tinggal di sana.

Terdapat beberapa bangunan bersejarah di Pekojan. Tiga masjid tua telah berdiri sejak zaman kolonial yang kini menjadi cagar budaya, yakni Masjid Langgar Tinggi, Masji Annawier, dan Masjid Al-Anshor.

Lokasi: Jalan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

2. Kampung Arab Pekalongan

Kampung Arab Pekalongan menjadi destinasi wisata sejarah dan religi. Terdapat peninggalan orang Arab seperti masjid wakaf hingga bangunan dengan arsitektur khas Timur Tengah.

Saat Ramadan, komunitas Fest Kalongan kerap menggelar beberapa acara yang di lakukan sejak sore hari hingga waktu berbuka puasa. Pengunjung pun bisa mengikuti buka puasa bersama di sana.

Lokasi: Jalan Surabaya, Kelurahan Sugiwaras, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

3. Kampung Arab Surabaya Ampel

Kampung Arab Surabaya Ampel jujugan wisata religi dan sejarah Ramadan. Terdapat makam Sunan Ampel hingga kemeriahan Festival Kampung Arab yang bisa kamu kunjungi di kawasan ini.

Festival tersebut menampilkan musik gambus dan marching band yang di mainkan warga keturunan Arab. Selain itu, beragam kuliner hingga budaya khas Timur Tengah pun di suguhkan untuk pengunjung, seperti tato hena.

Lokasi: Jalan Ampel Kejeron I nomor 4, Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur.