Kategori
Uncategorized

Kamu Punya Beberapa Hal Sederhana Ini? Persahabatanmu Bisa Awet

Kamu Punya Beberapa Hal Sederhana Ini? Persahabatanmu Bisa Awet

Seperti yang kita tahu persahabatan adalah suatu hal yang sangat berharga. Dan sahabat sejati bisa jadi sangat sulit untuk di temukan, sehingga siapapun itu akan benar-benar beruntung jika memilikinya.

Akan tetapi, meskipun sudah menemukan sahabat, beberapa orang mengalami kesulitan untuk mempertahankan hubungan persahabatan tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena kesibukan, jarak, kehilangan kontak, atau perbedaan pendapat.

Namun, di lansir dari laman tequila-orendain.com, ada beberapa hal yang bisa di lakukan agar persahabatan bisa selalu kuat dan awet. Keep scrolling untuk tahu apa saja itu!

1. Berikan dukungan satu sama lain

Di kutip dari laman Daftar Poker777, yang pertama persahabatan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Persahabatan membutuhkan kedua belah pihak untuk bisa menunjukkan dedikasi dan penghargaan bagi satu sama lain.

Untuk bisa membentuk persahabatan yang hangat dan langgeng, kamu dan sahabatmu harus saling mendukung satu sama lain baik itu melalui kata-kata ataupun tindakan. Buat mereka tahu betapa kamu peduli pada mereka dan tunjukkan dengan mendukung minat dan tujuan mereka.

2. Memiliki percakapan yang hebat

Sebuah hubungan yang kuat di bentuk oleh komunikasi yang kuat. Kamu perlu melakukan yang terbaik untuk melakukan percakapan yang bisa menarik minat kamu dan temanmu.

Bicarakan tentang hal-hal yang kalian sukai, hal-hal menarik yang kamu tahu, apa yang terjadi di tempat kerja, atau apa pun yang terlintas dalam pikiranmu. Saat mereka mengangkat topik, libatkan mereka sebanyak mungkin agar mereka merasa di hargai.

3. Tidak saling menghakimi

Setiap orang ingin persahabatannya menjadi zona bebas penilaian untuk berbagi rahasia. Tiap orang pasti menginginkan kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri secara otentik dalam persahabatan mereka tanpa takut di hakimi. Ini memberikan landasan yang kokoh bagi persahabatan untuk tumbuh, berkembang, dan langgeng.

Kamu memang tidak mungkin selalu setuju dengan semua pilihan hidup sahabatmu, dan itu tidak masalah. Tetapi, jika kamu ingin tetap berteman dengannya, kamu harus menerima temanmu apa adanya dan tidak menghakimi atau mengkritik mereka. Sebagai sahabat yang baik, tentunya kamu akan selalu mengingatkannya kepada kebenaran, tapi bukan dengan cara yang membuatnya merasa buruk.

4. Tetap terhubung

Salah satu hal yang paling mudah di lakukan dan ampuh untuk mempertahankan persahabatan adalah tetap berhubungan. Pada titik tertentu, kamu mungkin harus terpisah dari sahabatmu. Namun, tetap terhubung dengan teman-temanmu dengan bertanya tentang kehidupan mereka atau memberi tahu mereka tentang kehidupanmu adalah kunci untuk mempertahankan persahabatan.

Semua orang sibuk. Kita semua memiliki tanggung jawab dan hal-hal yang harus kita selesaikan. Tetapi seberapa sulitkah mengirim pesan atau video call sesekali? Apa pun yang membuat hubungan itu tetap segar dan konsisten akan menjaga persahabatan tetap awet dan hangat.

5. Setuju untuk tidak setuju

Tak peduli seberapa dekatnya kalian, kamu tidak mungkin selalu sependapat dalam segala hal dengan teman-temanmu. Jika kalian saling memaksakan diri sendiri untuk selalu sependapat, itu akan membuat hubungan terasa membosankan dan tidak jujur.

Ketika terdapat perbedaan pendapat, akui hal tersebut dan jangan biarkan itu merusak hubungan kalian. Sebaliknya, kamu harus mendiskusikan bagaimana sudut pandang masing-masing dan jangan saling menghakimi.

Sepanjang hidupmu, orang-orang akan terus datang dan pergi. Tetapi, jika kamu cukup beruntung, kamu akan menemukan beberapa orang yang akan ada selalu ada untukmu. Memiliki semua hal di atas harapannya bisa membuat persahabatanmu awet dan selalu kuat.

Kategori
Uncategorized

Kesehatan Mentalmu Mulai Terganggu? Mungkin Karena Kamu Sering Mengkritik Diri Sendiri

Kesehatan Mentalmu Mulai Terganggu? Mungkin Karena Kamu Sering Mengkritik Diri Sendiri

“Gw ini gendut banget, sih”
“Kenapa, sih gw selalu melakukan hal bodoh”
“Gw udah ketuaan buat cari kerjaan yang baru”

Kalimat-kalimat di atas adalah beberapa contoh dari kritikan terhadap diri sendiri yang kadang tanpa sadar sering kamu lakukan. Mungkin kamu berpikirnya, mengkritik diri sendiri akan membuatmu jadi terpacu untuk berubah dan berkembang.

Akan tetapi yang justru terjadi adalah hal sebaliknya. Kebiasaan mengkritik diri sendiri malah bisa jadi bumerang bagi perkembangan pribadi kamu. Karena hal tersebut, bisa menggerogoti kesehatan mentalmu. Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut ini beberapa alasan kenapa sebaiknya kamu menghindari mengkritik dirimu terlalu keras!

1. Sering melakukan self-criticism bisa membuatmu yakin dengan hal-hal negatif

Di kutip dari laman Daftar Poker777, selalu berbicara negatif terhadap diri sendiri, membuatmu jadi yakin dengan hal itu. Karena apa yang kamu ulang-ulang terus, akan tertanam dalam pikiran bawah sadar, yang kemudian menyetir sikap dan tindakanmu.

Berkali-kali mengatakan bahwa dirimu gak mungkin bisa, kamu kurang pintar, dan semacamnya, akhirnya kamu pun jadi percaya. Setiap ada kesempatan, gak kamu ambil, karena kadung sudah yakin, bahwa kamu gak bakal bisa lolos atau berhasil.

2. Bisa menyebabkanmu rentan stres

Stres memang tak bisa di hindari. Karena namanya hidup, pasti akan selalu menemukan masalah yang bikin stres.

Hanya saja, ada sebagian orang yang pandai mengelola stres, artinya gak sedikit-sedikit stres. Dan ada pula, yang gampang banget khawatir, tertekan, hingga depresi. Nah, yang terakhir ini, bisa di sebabkan sering mengkritik diri sendiri.

3. Cara pandangmu jadi bias

Tatkala kamu terus-menerus melihat dirimu dari kacamata negatif, berpikiran buruk terhadap diri sendiri, maka hasilnya pun akan buruk. Kamu jadi pribadi dengan tingkat kepercayaan diri rendah.

Dampaknya, kamu jadi sulit termotivasi. Tiap kali akan melakukan hal-hal penting atau berfaedah, jadinya malas, karena merasa kalau hasilnya nanti gak bakal bagus, atau akhirnya pasti gagal. Itu bermula dari cara pandangmu yang bias mengenai dirimu sendiri.

4. Kualitas hubunganmu jadi memburuk

Kenapa sebelum menjalin hubungan sangat penting sekali untuk mampu mencintai diri sendiri, karena apa yang kamu yakini itu akan tercermin dari sikapmu terhadap orang lain. Gak cuma terhadap pasangan saja, tapi juga rekan kerja, teman-teman, hingga keluarga.

Rasa insecure akibat keseringan melakukan kritik terhadap diri sendiri, membuatmu jadi sering menaruh curiga atau berprasangka buruk pada orang lain. Akhirnya, orang pun jadi malas berinteraksi denganmu.

5. Daya juangmu jadi rendah

Seseorang bisa terus bangkit dari kegagalan, dan memilih untuk terus berjuang, karena di dalam dirinya masih menyimpan harapan. Dan harapan ini timbul dari sikap optimis, bahwa kondisi yang saat ini ia alami, gak akan berlangsung selamanya.

Ketika mentalmu selalu di tempa dengan pemikiran negatif, akhirnya kamu jadi meyakini bahwa kamu memang layak dengan kondisi saat ini yang gak membuatmu bahagia. Sehingga, percuma saja berusaha untuk keluar. Dan itu, yang membuat daya juangmu rendah. Saat menemui kesulitan, langsung berkata “tuh, kan dari awal emang gw udah gak yakin kalau ini bakal berhasil”.

Evaluasi diri itu memang wajib. Supaya kamu bisa mengenali kesalahan yang telah kamu lakukan, dan bisa menghindarinya di kemudian hari. Namun yang salah, ketika kamu gak fair terhadap dirimu sendiri. Begitu keras mengkritik, sampai akhirnya menyerang kondisi mentalmu. Jadi, mulai sekarang, yuk hindari kebiasaan mengkritik diri sendiri!

Kategori
Uncategorized

Empat Ciri Dia Gak Nyaman dengan Kamu tapi Sungkan untuk Terus Terang

Empat Ciri Dia Gak Nyaman dengan Kamu tapi Sungkan untuk Terus Terang

Gak ada yang salah, ketika kamu berusaha beramah tamah pada semua orang di sekitarmu. Hanya saja, gak semua orang bisa dengan leluasa menerima akan kehadiran orang baru. Apalagi jika sikapmu itu ada yang tak sesuai dengan karakternya.

Oleh karena itu, kamu harus jadi orang yang lebih peka dengan keadaan sekitar. Supaya gak terus ngoyo untuk mengajak dia berteman dekat, padahal dia sebenarnya gak nyaman dengan kamu. Hanya saja, dia sungkan untuk ngomong jujur karena khawatir di bilang gak sopan. Di lansir dari tequila-orendain.com, yuk perhatikan tanda kalau seseorang itu gak nyaman dengan kamu!

1. Pura-pura tak melihatmu

Di kutip dari laman Login Poker Online, salah satu bahasa tubuh yang paling mudah di baca untuk tahu seseorang itu suka atau nggak dengan kamu, adalah lewat kontak mata. Bila sebelumnya kamu tahu benar kalau dia sudah melihatmu, tapi kemudian berpaling atau malah sibuk dengan HP-nya, bisa jadi pertanda kalau dia memang gak berniat membuka percakapan.

Apalagi saat kamu mendekati, dia pura-pura terkejut. Itu dia lakukan karena gak enak ngomong langsung kalau dia sedang tak ingin ngobrol denganmu. Kalau sudah seperti itu, gak perlu memaksakan untuk bersikap ramah padanya. Nanti kamu sendiri yang bakal kecewa.

2. Sering mengabaikan pesan yang kamu kirimkan

Lewat fitur chat pun bisa ketahuan, apakah teman kamu itu memang berniat untuk jadi sahabat dekat, atau sebenarnya lebih memilih cukup kenal saja denganmu, tanpa bermaksud lebih jauh. Jika memang dia klop sama kamu, pastinya bakal senang saat kamu mengiriminya pesan. Pesan kamu bakal di balas dengan segera, dan komunikasi pun berjalan dengan asyik.

Lain halnya kalau si dia itu gak sreg. Sudah di balasnya lama, sekalinya di balas pun singkat banget. Kamu jangan malah maksa untuk terus mengiriminya pesan. Justru bikin dia makin sebal. “Kok, gak ada pekanya sama sekali, nih orang,” gumamnya dalam hati.

3. Basa-basimu gak di tanggapi

Basa-basi ini menjadi hal umum yang di lakukan saat berinteraksi sosial. Orang yang gak ada masalah denganmu, akan menanggapinya dengan sopan.

Tapi, kalau dia memang sudah merasa gak nyaman dengan kehadiranmu, bahkan basa-basimu pun di tanggapi dengan dingin. Meski dia gak langsung terus terang bilang kalau kehadiranmu sudah mengganggunya, tapi harusnya, sih kamu sudah bisa membaca bahasa tubuhnya.

4. Pertanyaanmu yang bersifat pribadi di cuekin

Terkadang sudah dekat saja, kita masih canggung untuk bertanya perkara hal pribadi. Apalagi kalau kamu memang baru kenal dengannya, dan reaksinya selama ini gak begitu hangat.

Bukannya malah di jawab, pertanyaanmu itu malah di anggap mengganggu privasi. Karena di matanya, kamu itu cuma kenalan saja, gak sampai tahap pertemanan. Jadi wajar, kalau pertanyaanmu itu malah di cuekin.

Kategori
Uncategorized

Empat Alasan Klasik Orangtua yang Kerap Jadi Dalih untuk Memanjakan Anak

Empat Alasan Klasik Orangtua yang Kerap Jadi Dalih untuk Memanjakan Anak

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa semua orangtua pasti menyayangi anak-anaknya. Hingga pada satu titik di mana para orang tua ini tanpa sadar mereka jadi merasa ingin selalu bisa memberi apa pun untuk anaknya ini. Mulai dari semua kebutuhan pokok sang anak sampai dengan memfasilitasi setiap keinginan sang anak. Dan untuk memenuhi semua hal ini pastilah akan di upayakan segala macam atau berbagai macam cara oleh para orangtua. Sayangnya, hal semacam ini justru mengarah pada sikap yang cenderung memanjakan sang anak.

Berbagai macam alasan akan di sahkan oleh para orangtua untuk menjadi dasar pembenaran dari sikap yang mereka perbuat tersebut. Oleh karena itu, di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut telah di rangkum beberapa alasan yang cukup khas dan sering di pakai oleh para orangtua sebagai ‘dalih’ untuk memanjakan sang anak.

1. Menganggap anak sebagai harta yang berharga hingga rela memberikan apa saja

Di kutip dari laman Login Poker Online, seperti yang sudah kita ketahui bahwa setiap orangtua pasti akan berpikir bahwa anak-anak mereka adalah harta yang paling berharga dalam hidupnya. Meski benar adanya, tapi imbas dari hal ini gak jarang akan berujung pada sikap memanjakan. Saking di anggap terlalu berharga, para orangtua jadi rela memberikan apa pun yang di inginkan anak-anak.

Faktanya, gak semua anak membutuhkan berbagai kemanjaan berupa barang dan fasilitas mahal yang mewah. Di sini orangtua di tuntut untuk lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan anak, antara primer dan tersier, demi menghindari munculnya dampak negatif tumbuh kembang si anak.

2. Jangan sampai anak menjalani masa kecil seperti mereka dulu

Hampir sebagian besar orangtua berpikir kalau masa kecilnya yang kurang bahagia tidak boleh sampai di alami oleh anak-anak mereka. Ketika terbayang kenangan masa lalu saat tidak bisa mendapatkan mainan kesukaan, para orangtua ini lantas berjanji pada dirinya sendiri bahwa si anak akan selalu mendapatkan apa pun yang di inginkan.

Pemahaman ini, meski bisa di maklumi, tapi sebenarnya kurang tepat. Boleh saja memberikan keinginan anak, tapi bukan semua hal dan tanpa usaha lebih dulu. Boleh saja memberi apa yang di inginkan, tapi harus sesuai dengan kebutuhan yang akan mendukung tumbuh kembang anak secara lebih positif.

3. Merasa mampu memberi apa pun, termasuk fasilitas dengan harga fantastis

Hal semacam ini biasanya muncul pada orangtua yang memiliki kemampuan finansial menengah hingga menengah keatas. Mereka merasa mampu secara materi untuk memenuhi kebutuhan anak dengan berbagai fasilitas dan barang-barang yang terkadang anak bahkan belum paham kegunaannya.

Gak jarang juga karena merasa berkecukupan, mereka berpikir bahwa tindakan tersebut adalah hal yang wajar. Hingga akhirnya orangtua belum merasa harus memperbaiki kebiasaan mereka tersebut. Sampai pada akhirnya anak jadi terbiasa di manjakan tanpa paham makna bekerja keras lebih dahulu.

4. Merasa tidak tega saat anak mengiba

Dalam kasus lain, cikal bakal kebiasaan memanjakan anak justru bisa tidak di sadari oleh si orangtua itu sendiri. Mereka hanya merasa harus selalu memenuhi permintaan anak dan akan berusaha mengupayakannya. Bahkan ada juga orangtua yang sampai merasa tidak tega untuk menolak permintaan anak mereka.

Alhasil, anak jadi terbiasa mendapatkan keinginan mereka dan berisiko jadi pribadi egois di masa depan. Terkadang sikap tidak tega dari orangtua ini juga bisa di jadikan ‘senjata’ oleh anak agar terus dapat di penuhi keinginannya. Bahaya banget, nih.

Kategori
Uncategorized

Empat Prinsip yang Gak Boleh Kamu Lepas saat Pilih Calon Suami Belum Mapan

Empat Prinsip yang Gak Boleh Kamu Lepas saat Pilih Calon Suami Belum Mapan

Sebagian besar orang mengatakan bahwa, salah satu kriteria suami idaman para wanita yang hendak menikah, adalah lelaki yang sudah mapan. Bukannya matre, tapi realistis saja. Saat ini membangun rumah tangga itu tidak cukup hanya dengan cinta semata. Karena cinta tidak bisa membeli segalanya apa lagi beras atau susu anak.

Akan tetapi, tidak selamanya calon suami idaman kamu dalam kondisi telah mapan. Bisa jadi, sekarang ini ia masih dalam tahap berjuang. Agar pilihanmu itu tidak jadi bumerang, ada beberapa prinsip yang tidak boleh kamu lepaskan saat memutuskan untuk menikah dengan calon suami yang belum mapan. Apa saja? Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut ini pembahasannya.

1. Walaupun dia belum mapan, tapi keuletannya itu memberi harapan

Di kutip dari laman Login Poker Online, sebagian besar orang ada yang belum menajdi mapan karena memang dasarnya pemalas. Akan tetapi ada pula, yang meski telah bekerja keras, tapi belum menemukan langkah suksesnya. Karena bukan suatu rahasia lagi, kalau kemapanan itu membutuhkan proses.

Pastikan calon suamimu adalah tipe yang terakhir. Walaupun saat ini dia belum punya rumah sendiri, penghasilan bulanan pun belum besar, tapi kamu melihat kegigihan dan keuletannya. Selama dia memiliki mental bertanggung jawab yang di tunjukkan dengan kemauannya untuk bekerja keras, maka rumah tanggamu memiliki harapan untuk bisa mapan nantinya.

2. Dia memiliki kepribadian yang bisa menghargai orang lain dan senantiasa bersyukur

Tentunya kamu bakal sakit hati, apabila mengiyakan lamarannya di kala dia susah, dan menemaninya berjuang dari nol, tapi ketika sudah sukses, di campakkan begitu saja. Dia ibarat kacang lupa pada kulitnya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, pastikan dulu bahwa calon suamimu itu orang yang mampu menghargai seseorang dan bisa bersyukur meski di situasi sulit. Dua hal tersebut penting, karena sikap menghargai membuatnya terhindar dari sikap-sikap tak tahu berterima kasih. Dan kebiasaan untuk bersyukur, bisa menghalanginya berbuat yang nggak-nggak.

Apakah pantas, membalas kebaikan Tuhan yang sudah memberinya kemapanan dengan menyakiti pasangan yang telah mau menemaninya berjuang dari susah. Orang yang mensyukuri nikmat Tuhan, gak akan berlaku seperti itu.

3. Sabar harus menjadi jalan ninjamu

Tentu bakal berbeda rasanya ketika menikah dengan suami yang telah mapan, di banding dengan yang masih harus berjuang dari bawah. Dan jika kamu tetap berniat menikahi calon suamimu itu, maka pastikan stok sabarmu kudu tebal. Karena kalau nggak, rumah tanggamu akan di penuhi dengan keluhan dan iri hati melihat pasangan suam istri yang lain.

4. Pikirkan dulu dengan baik tentang biaya kebutuhan anak

Gak ada yang bisa menebak, kapan pasanganmu itu nantinya akan memperoleh kemapanan. Walaupun kamu bisa menerima apa adanya, tapi kalian gak boleh egois dan mengabaikan nasib anak kalian nanti.

Mungkin kalian bisa nyaman dengan kekurangan, tapi apa gak kasihan, jika anak ikut ketiban susah? Oleh sebab itu, bicarakan dulu dari awal, bagaimana rencana masa depan anak-anak.

Apakah sebaiknya menunda dulu, atau lanjut saja, karena sudah ada persiapan untuk biaya kebutuhan anak. Jangan sampai, anak yang tidak pernah meminta untuk di lahirkan, malah di anggap beban, akibat keputusan orangtuanya yang kurang matang.

Kategori
Uncategorized

3 Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

3 Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

Setelah menjalin hubungan yang lama, tentunya kamu akan berpikir mengenai masa depan bersamanya. Bisa menghabiskan sisa hidup bersama dengan orang yang kamu cinta, tentunya menyenangkan.

Sayangnya, bila yang terjadi justru kamu salah memilih pasangan, bukan senang yang kamu terima, yang ada masa depanmu jadi rusak. Karena bayangan rumah tangga yang bahagia, buyar sudah di sebabkan sikap pasanganmu yang toksik.

Di lansir dari laman tequila-orendain.com untuk mencegahnya, ada beberapa tipe pasangan toksik yang wajib kamu hindari sejak sekarang. Ingat, jangan sampai menyesal kemudian!

1. Pasangan seorang pecandu

Di kutip dari laman Login Poker Online, tipe pertama yang sebaiknya kamu hindari untuk di jadikan pasangan, adalah pecandu. Mulai dari pecandu narkoba, minuman keras, judi, belanja, hingga seorang pecandu cinta. Karena kalau sudah jadi pecandu, sulit berpikir lagi dengan logika. Termasuk saat dia sudah kecanduan cinta. Tipe seperti ini, akan sering menyakitimu tanpa rasa bersalah, karena dia beranggapan semua itu di lakukan demi cinta. Mengerikan, bukan?

2. Tipe pasangan narsis

Kita memang wajib mencintai diri sendiri. Dengan lebih mengenali dan mau menerima diri sendiri, maka kamu pun jadi lebih mudah dan tepat saat mencintai orang lain.

Hanya saja, jangan sampai narsis. Karena tipe yang narsis, akan sulit menerima kalau ada orang lain lebih baik darinya, termasuk pasangannya sendiri. Orang yang bertipe narsis, cenderung egois, gak bisa di kritik, selalu merasa paling segalanya, hingga sulit berempati. Yakin, kamu mau menghabiskan sisa hidup dengan orang seperti ini?

3. Tipe yang kekanak-kanakan

Setiap orang memang punya sisi kanak-kanak dalam dirinya. Tapi, bukan berarti kekanak-kanakan. Bersikap kekanak-kanakan, padahal umur sudah gak lagi muda, adalah ciri orang yang tidak dewasa secara mental.

Berpasangan dengan orang seperti ini, membuatmu rentan sakit hati. Saat ada masalah, bukannya di selesaikan malah menghindari. Saat ada perbedaan pendapat, bukannya di sikapi dengan bijak, malah emosinya meledak-ledak. Gimana rumah tangga mau harmonis, kalau tingkahnya begitu.

Kategori
Uncategorized

Inilah Tanda Kamu Menjalin Cinta pada Pria Tak Layak, Jangan Di Abaikan!

Inilah Tanda Kamu Menjalin Cinta pada Pria Tak Layak, Jangan Di Abaikan!

Meski kamu cinta pada pria pilihanmu, tapi jangan abaikan sikap buruknya. Karena kalau kamu menutup mata begitu saja, bisa jadi bahan penyesalan di kemudian hari karena telah salah pilih pasangan sehidup semati.

Karena itu, di lansir dari laman tequila-orendain.com perhatikan baik-baik apakah pria yang saat ini sedang kamu cinta, apakah memang jadi pasangan yang layak, atau malah menunjukkan sikap buruk berikut ini, pertanda kalau dia bukanlah pasangan yang tepat!

1. Kamu tak di jadikan bagian penting dalam hidupnya

Di kutip dari Club388 Indonesia, perasaan cinta yang hanya berat sebelah, lama-lama akan membuatmu lelah. Dan itulah yang akan kamu dapat, kalau mengabaikan begitu saja pertanda bahwa dia tak menjadikanmu bagian penting dalam hidupnya.

Saat ulang tahunmu, dia abai saja. Saat kamu sedih, dia tak kelihatan batang hidungnya. Ketika kamu senang atau berprestasi, reaksinya biasa-biasa saja. Yakin, kamu bakal tahan hidup bersama pria seperti ini, yang cuma mementingkan dirinya sendiri?

2. Tak mau membuka diri

Gak semua orang bisa dengan bebas mengungkapkan apa yang di rasakannya. Namun jika di biarkan, sikap tertutup ini akan jadi ganjalan besar dalam hubungan. Karena komunikasi yang berjalan antara kamu dan dia jadi stagnan. Kamu selalu di sibukkan dengan menebak isi pikiran dan perasaannya.

Setidaknya perhatikan, apakah dia ada usaha untuk memperbaiki masalah komunikasinya ini. Jika memang dia kukuh mempertahankan sikapnya itu, dan gak mau lebih terbuka, maka dia bukanlah pasangan yang layak untukmu. Tanpa sadar, dia telah menciptakan pembatas, sehingga kamu gak bisa mengenal dia lebih dalam, akibat sikap tertutupnya itu.

3. Tak memiliki arah yang jelas terkait hidupnya

Kamu bakal banyak menelan pil kecewa kalau tetap bertahan di hubungan dengan pria yang gak jelas maunya apa dalam hidupnya. Hidup yang tak terarah seperti itu, membuat dia gampang jadi korban lingkungan sekitarnya. Tak ada usaha gigih untuk mengemban tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Kalau mengurus dirinya sendiri saja masih belum benar, bagaimana dia bisa kamu harapkan mampu menjadi imam keluarga yang kelak punya peran dan tanggung jawab besar terhadap kamu dan anak-anak kalian nanti?

Kategori
Uncategorized

Sikap Buruk Anak Ini Ternyata Akibat Salah Didik Kamu Sendiri, Lho!

Sikap Buruk Anak Ini Ternyata Akibat Salah Didik Kamu Sendiri, Lho!

Sering kali anak di salahkan karena perilaku buruk atau nakal. Namun, kalau mau di ulik lebih dalam, ternyata ada banyak sikap buruk anak, sebenarnya karena ulah orangtua sendiri yang mendidiknya seperti itu.

Oleh sebab itu, supaya buah hatimu gak tumbuh jadi pribadi yang nakal atau minim akhlak, ada baiknya ketahui kesalahan apa saja yang kerap di lakukan orangtua, yang kemudian bisa memicu perilaku buruk anak. Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut ini uraiannya yuk simak!

1. Kebiasaan menyela pembicaraan

Seperti yang sudah di kutip dari laman Club388 Indonesia, semua pasti sepakat kalau menyela pembicaraan itu bukanlah perilaku yang baik. Saat masih kecil mungkin tampak sepele. Tapi bisa gawat kalau kebiasaan memotong pembicaraan ini terbawa sampai anak tumbuh besar.

Oleh sebab itu, ketika anak suka memotong pembicaraan, jangan di diamkan saja. Tapi berikan pengertian bahwa hal itu tak boleh di lakukan. Karena mendiamkan, bisa memberi sinyal pada anak kalau sikap itu di perbolehkan.

Selain itu, ayah bunda juga bisa mengajarkan si kecil untuk terbiasa menunggu. Misalnya, saat kamu sedang melakukan panggilan telepon, kamu sampaikan pada si kecil “Nak, Ayah akan menelepon teman Ayah. Jadi, untuk sementara gak bisa di ganggu. Kalau kamu ingin ngomong sesuatu, tunggu sampai selesai, ya!”. Jika kamu terus konsisten menerapkan kebiasaan ini, anak jadi paham untuk tidak memotong pembicaraan.

2. Tantrum saat minta di belikan sesuatu ketika sedang belanja

Hal ini yang kerap membuat ayah bunda malas untuk mengajak si kecil saat berbelanja. Karena suka gak kenal tempat ngambeknya. Lihat sesuatu yang ia pengin, langsung minta. Kalau gak di kasih, tantrum, sampai kalian jadi pusat perhatian orang banyak.

Perilaku seperti ini dapat terjadi, karena sebagai orangtua, kamu tak mencontohkan seperti apa belanja yang seharusnya. Sehingga si kecil mengira kalau dia boleh meminta apa saja.

Untuk mencegahnya, cobalah buat daftar barang yang mau di beli sejak dari rumah. Kalau memang si kecil belum bisa baca, buatlah dalam bentuk gambar, dan biarkan si kecil yang memegang daftar belanjaan tersebut. Saat si kecil mau sesuatu, tanyakan padanya, apakah yang di mau itu terdapat dalam daftar. Kalau tidak, berarti tidak boleh di beli untuk saat ini. Dengan begitu, anak jadi mengerti bahwa yang namanya belanja gak bisa sembarang ambil barang.

Kategori
Uncategorized

4 Tipikal Orang saat Berbuat Salah, Kamu Termasuk yang Mana?

4 Tipikal Orang saat Berbuat Salah, Kamu Termasuk yang Mana?

Manusia tempatnya salah dan khilaf. Wajar dan manusiawi banget jika kita pernah berbuat kesalahan dalam hidup ini. Cara setiap orang dalam mengatasi dan mempertanggung jawabkan kesalahan yang mereka lakukan juga berbeda-beda.

Di lansir dari tequila-orendain.com, bagaimana kepribadian kita yang sesungguhnya tentu akan bisa terlihat dari apa yang kita perbuat saat melakukan kesalahan. Apakah kita mau mengakui dan memperbaikinya, atau, malah menghindar dan mengelak. Kira-kira, dari lima poin berikut, kamu termasuk orang yang seperti apa nih saat melakukan kesalahan?

1. Mengakui kesalahan dan minta maaf dengan tulus

Di kutip dari laman Club388 Indonesia, tipe yang pertama adalah mereka yang punya jiwa tanggung jawab yang tinggi. Orang seperti ini gak akan ragu untuk mengakui kesalahan yang mereka perbuat dan bertanggung jawab penuh atas apapun dampak yang di sebabkan oleh kesalahan tersebut. Meski jarang, orang semacam ini tetap ada kok. Kamu termasuk yang begini?

2. Mengakui kesalahan namun tetap mencari alasan dan kambing hitam

Tipe yang kedua adalah mereka yang mau mengakui kesalahan namun tetap gak mau di salahkan seutuhnya. Biasanya, orang semacam ini akan tetap mencari kambing hitam atau berbagai alasan yang menurutnya bisa mengurangi kesalahan yang dia lakukan. Sehingga dia gak perlu bertanggung jawab seutuhnya.

3. Melempar kesalahan pada orang lain dan gak mau tahu

Parahnya, ada juga nih tipe orang yang sama sekali gak mau di salahkan bahkan ketika dia sebenarnya menyadari bahwa dirinya telah berbuat salah. Mereka akan memilih untuk gak mau tau atau melempar kesalahan pada orang lain yang menurutnya bisa di salahkan. Gak patut banget untuk ditiru, ya. Jangan sampai kita jadi orang yang begini.

4. Mengelak dengan tegas soal kesalahan yang dia lakukan

Ada lagi tipe orang yang cukup menyebalkan, nih. Yaitu mereka yang ketika di tanya soal kesalahannya, mereka malah mengelak dengan tegas dan justru marah-marah gak jelas. Dia yang bikin salah, malah dia yang marah. Alhasil, gak ada yang berani deh menanyakan kesalahan yang dia buat.

Kategori
Uncategorized

Lima Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

Lima Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

Belakangan ini ‘nikah muda’ menjadi tren di kalangan pasangan muda, bahkan tak sedikit yang menjadikan nikah muda sebagai cita-citanya dalam menjalin hubungan. Menikah muda sebenarnya tidak apa-apa asal di lakukan dengan niat baik, akan tetapi yang namanya pernikahan pastinya memerlukan kesiapan dan harus di pertimbangkan sebaik mungkin, apalagi jika mau nikah muda.

Makanya orangtua pun juga tidak bisa sembarangan mengizinkan anaknya nikah muda, dan jika tidak mengizinkan mungkin lima hal di lansir dari tequila-orendain.com, berikut ini alasan yang menjadi pertimbangan orangtua sehingga tidak merestui anaknya nikah muda.

1. Belum benar-benar mapan dan serius kerjanya

Di kutip dari Club388 Indonesia, jika dirimu belum memiliki karier yang menjamin kemapananmu dan dalam bekerja pun belum benar-benar serius dan tekun, maka hal itulah yang mungkin menjadi penyebab kenapa orangtua tidak mengizinkanmu untuk menikah muda.

Karena kalau di lihat dari umur saja, kamu sebenarnya masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan karier, kan. Jadi gak salah juga kalau orangtua ingin kamu mapan dulu dalam karier daripada buru-buru nikah muda.

2. Pendidikan yang di tempuh belum selesai

Misalnya, kamu masih kuliah atau menempuh pendidikan hingga jenjang tertentu. Kalau di pikirkan secara logis, memang ada baiknya untuk menyelesaikan terlebih dahulu pendidikanmu baru menikah. Sebab pernikahan adalah jenjang kehidupan baru yang lebih baik di lakukan ketika keadaan sudah lapang dan siap, bukan?

3. Mental sang anak belum siap untuk bertanggung jawab dan berkomitmen

Meskipun tidak ikut campur dengan semua urusanmu tapi jangan kira kalau orangtua tidak memperhatikan kesiapan diri dan mentalmu untuk menghadapi pernikahan. Apalagi jika kamu masih manja dan bergantung pada mereka, tentu saja ia tak akan mengizinkanmu nikah muda.

4. Bukan waktu yang tepat untuk menggelar pernikahan

Maksudnya belum waktu yang tepat itu seperti apa? Misalnya, keadaan finansial keluarga sedang sangat terpuruk atau bangkrut, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau baru saja berkabung sehingga tidak mungkin menggelar pernikahan. Selain bukan waktu yang tepat, rasanya juga tidak etis kalau menggelar suatu acara sakral ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja, kan.

5. Belum begitu mengenal pribadinya dan bagaimana keluarganya

Jika kamu ingin menikah dengan seseorang yang baru di kenal, bahkan belum benar-benar mengenal bagaimana pribadinya serta bagaimana keluarganya. Maka bisa jadi hal itu juga membuat orangtuamu merasa berat untuk mengizinkanmu nikah muda.

Karena nikah itu bukan hubungan yang sembarangan dan riskan sekali rasanya jika anaknya bersama dengan orang yang belum begitu di kenal, bahkan semua orangtua mungkin akan berpendapat yang sama.

Tak ada orangtua yang tidak menginginkan anaknya menikah, namun meskipun begitu bukan berarti orangtua malah sembarangan memberi izin pada anaknya untuk nikah muda. Dan jika tidak di izinkan bisa jadi lima hal inilah yang jadi pertimbangan orangtuamu, semuanya demi kebaikanmu, kok!