Kategori
Uncategorized

Stop Lakukan Hal Berikut, Tandanya Kamu Kurang Menghargai Diri Sendiri

Stop Lakukan Hal Berikut, Tandanya Kamu Kurang Menghargai Diri Sendiri

Kita kadang kala merasa rendah diri sendiri. Mulai dari membandingkannya dengan orang lain hingga insecure gara-gara kekurangan yang ada. Padahal mutlak bagi kami untuk mulai menghargai diri sendiri. Sebenarnya anda condong akan di kelilingi oleh orang-orang toxic sementara anda belum bisa menghargai dirimu.

Ketika anda belum bisa paham nilaimu, anda seringkali tanpa paham melepaskan orang lain berlaku sewenang-wenang padamu. Jangankan orang lain, anda lebih-lebih juga kerap turut andil di dalam menyakiti diri sendiri. Padahal anda hanya belum menemukan apa yang berharga darimu. Di lansir dari tequila-orendain.com, agar tidak terulang kembali, berikut ini tiga sinyal kalau kamu sebenarnya belum bisa menghargai diri sendiri.

1. Selalu mementingkan orang lain ketimbang diri sendiri

Di kutip dari laman idnplay mobile, memang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri merupakan perbuatan baik. Hal ini artinya anda tidak membebaskan ego menguasai dirimu. Tetapi kalau terjadi berkesinambungan yang tersedia anda akan tersiksa sendiri. Apalagi kalau orang yang udah anda prioritaskan malah jadi seenaknya sediri.

Mau tidak mau anda jadi tetap mengalah. Padahal yang terpenting adalah dirimu sendiri. Tidak apa-apa untuk sesekali bersikap egois. Kamu tidak perlu mengorbankan dirimu terus-terusan supaya orang lain bahagia. Kamu termasuk perlu mencari kebahagiaanmu.

2. Kamu menjadi terlalu terikat dalam hubungan

Seringkali kita rela melakukan berbagai hal untuk membuat pasangan bahagia. Namun, kamu juga harus tahu batasnya. Jangan sampai kamu sampai kehilangan dirimu sendiri. Apabila pasanganmu itu memang baik, pastinya dia akan menghargai apa yang kamu suka dan tidak suka.

Berbeda dengan pasangan toxic yang cenderung selalu menuntutmu untuk melakukan apa yang mereka sukai meski kamu sendiri sebenarnya kurang nyaman. Tetapi jika kamu mau-mau saja berarti kamu belum mampu menghargai diri sendiri karena terlalu terikat dalam sebuah hubungan. Apalagi jika kamu sampai berubah total menjadi seseorang yang bukan kamu sebenarnya.

3. Kamu suka mencari perhatian

Apakah kamu termasuk orang yang suka menjadi pusat perhatian? Bahkan sampai rela melakukan berbagai hal bodoh agar menarik perhatian orang lain? Jika iya, kamu berarti belum dapat menghargai diri sendiri. Bahkan mungkin saking haus perhatian, kamu sampai menyebarkan gosip orang lain.

Tentu hal ini akan merugikanmu jika kamu tetap melakukannya tanpa memikirkan konsekuensinya. Lebih baik untuk mencari perhatian dengan melakukan kegiatan yang positif. Jangan apa pun yang viral kamu lakukan demi menarik popularitas semata.

Kategori
Uncategorized

Miliki Tiga Keyakianan Ini Agar Kamu Bisa Bangkit Dari Masa Lalu Kelam

Miliki Tiga Keyakianan Ini Agar Kamu Bisa Bangkit Dari Masa Lalu Kelam

Sungguh beruntung jikalau sejauh ini hidupmu terbilang baik-baik saja. Tidak ada namanya masa laku yang sangat buruk dan terus membayangi hidupmu hingga saat ini. Namun, jika kamu tidak seberuntung seperti saat ini, bagaimana jadinya kondisimu sekarang?

Apakah kamu telah ‘sembuh’ dari apa pun yang jadi lukamu di masa lalu? Atau kamu justru tetap terus berkubang di dalamnya dan sangat penasaran apakah kamu dapat keluar untuk menyambut jaman depan yang jauh lebih baik?

Bila itulah yang tengah kamu alami, kamu wajib membangun sejumlah keyakinan. Bagaimanapun, hidupmu sangat berharga supaya gak boleh di habiskan bersama meratapi jaman lalu. Di lansir dari laman tequila-orendain.com, milikilah tiga keyakinan di berikut ini.

1. Yakin bahwa siapa dirimu di masa lalu gak otomatis mendefinisikan kamu yang sekarang

Di kutip dari laman Daftar Poker77, kamu di masa lalu dan kamu yang sekarang jelas masih satu orang. Namun sifat dan perilakumu tentu bukan sesuatu yang tetap dan gak bisa di ubah. Kamu gak perlu berusaha membuat identitas baru demi meninggalkan dirimu yang lama.

Percuma, di lakukan dengan cara apa pun, kamu tetaplah kamu. Jangan berusaha membuang atau membunuh dirimu di masa lalu karena itu hanya akan membuatmu seperti sebatang pohon yang kehilangan akar.

Kamu hanya perlu mengingatkan diri bahwa kamu sudah dan akan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sampai-sampai jika orang-orang dari masa lalumu melihatmu kembali, mereka akan pangling dan gak yakin apakah itu orang yang dahulu mereka kenal.

2. Yakin kamu bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik

Kadang-kadang, buruknya masa lalu membuatmu terlalu pesimis akan masa depan yang jauh lebih baik. Kamu mungkin tahu masa depan yang secerah itu ada. Hanya saja, kamu merasa perjalanan menuju ke sana terlalu jauh.

Kalaupun perjalanan menuju ke sana bisa di tempuh, itu pastilah hanya oleh orang-orang yang masa lalunya gak seburuk masa lalumu. Hentikan pemikiran seperti ini! Mulai sekarang, kamu gak boleh menganaktirikan diri sendiri.

Jika orang lain bisa, kamu juga pasti bisa. Terlepas dari seburuk apa masa lalumu. Justru dengan masa lalu yang seburuk itu, pasti ada begitu banyak hal yang bisa di pelajari dan menjadi modal besar untuk meraih masa depan impian.

3. Yakin ada lebih banyak orang yang bisa menerimamu sepaket dengan masa lalumu

Tentu saja ada beberapa orang yang akan tetap mempermasalahkan masa lalumu. Terlebih jika masa lalumu di anggap amat melanggar norma-norma. Kamu gak bisa meniadakan orang-orang yang seperti ini.

Namun keberadaan mereka gak boleh membuatmu ragu akan adanya lebih banyak orang yang bisa menerimamu seperti apa pun masa lalumu. Bahkan jika di sepanjang hidupmu, kamu hanya berhasil menemukan satu orang yang demikian, itu sudah lebih dari cukup.

Bukankah kamu gak butuh di sukai oleh semua orang? Mungkin orang yang benar-benar bisa menerima masa lalumu hanyalah pasanganmu, sahabatmu, atau orangtuamu. Tidak masalah. Hidupmu gak akan seketika berakhir hanya karena kamu kekurangan suporter.

Kategori
Uncategorized

Berikut Hal yang Sering Di Rasakan Oleh Orang yang Krisis Identitas

Berikut Hal yang Sering Di Rasakan Oleh Orang yang Krisis Identitas

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastilah memiliki identitas diri yang melekat pada diri masing-masing. Mulai dari siapa namanya, di mana dan kapan ia di lahirkan, di mana tempat tinggalnya dan berbagai informasi pribadi yang biasanya tercantum di kartu tanda pengenal masing-masing. Namun sebagai makhluk hidup yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, tentu identitas yang di miliki seorang manusia tidak hanya sekedar data diri saja.

Lebih dari itu, seorang manusia tentu ingin di kenal sebagai sosok yang berguna bagi lingkungan sekitarnya, bahkan beberapa dari mereka ada yang sampai membutuhkan pengakuan dan validasi orang lain. Namun, beberapa orang justru mengalami krisis identitas yang membuatnya merasa seolah tidak berguna. Ada lima hal yang menjadi tanda ketika seseorang mengalami krisis identitas, apa saja? Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut bahasannya.

1. Minder dan tidak percaya diri

Di kutip dari laman Daftar Poker777, erasaan minder dan tidak percaya bisa di katakan sebagai salah satu ciri yang paling menonjol pada diri seseorang yang mengalami krisis identitas. Orang tersebut akan merasa bahwa dirinya tidak hebat, tidak mampu atau tidak yakin dengan kemampuannya. Ini bisa membuat seseorang menarik diri dari lingkungan karena ia merasa malu dan rendah diri karena tidak memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan kepada orang-orang sekitarnya.

2. Bingung dan merasa hilang arah

Rasa tidak percaya diri yang di alami oleh seseorang yang memiliki krisis identitas juga membuatnya bingung dan kehilangan arah. Orang seperti ini sebenarnya ingin berubah dan melakukan sesuatu namun justru ia malah kebingungan. Dari mana ia harus memulai? Kemana ia akan melangkah? Apa yang akan ia hadapi nanti? Apa yang sebenarnya ia inginkan? Seperti apa tanggapan orang-orang mengenai dirinya, dan masih banyak lagi.

3. Merasa menjadi beban

Dengan adanya perasaan tidak percaya diri dan kehilangan arah, seseorang akan lebih memilih untuk berdiam diri karena takut untuk melangkah. Jika sudah seperti ini maka akan muncul perasaan negatif lain yaitu merasa menjadi beban. Tidak melakukan apa pun karena takut dan kebingungan membuat seseorang memilih diam dan tidak berkembang, sehingga wajar jika ia merasa menjadi beban karena dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang di sekitarnya.

4. Berpikiran negatif

Terus merasa rendah diri perlahan akan membuat seseorang yang mengalami krisis identitas memiliki pemikiran negatif. Ia akan cemas dan khawatir akan banyak hal, di awali dari dirinya yang tidak memiliki rasa percaya diri, bingung dengan apa yang di lakukannya, merasa tidak berguna sehingga tidak menutup kemungkinan ia juga akan berfikir bahwa masa depannya suram dan ia tidak lagi mempunyai harapan.

Kategori
Uncategorized

Hidupmu Akan Lebih Bahagia, Kalau Hal-Hal Berikut Tidak Kamu Pedulikan

Hidupmu Akan Lebih Bahagia, Kalau Hal-Hal Berikut Tidak Kamu Pedulikan

Saatnya untuk tidak terlalu peduli lagi. Ya, benar, kalian tidak sedang salah membaca. Terkadang kalian akan memikul beban berat dunia pada pundak kalian dan bukannya menjadikan dunia tempat yang lebih baik, yang akhirnya kalian lakukan hanyalah menciptakan lebih banyak stres untuk diri sendiri.

Di lasnir dari laman tequila-orendain.com, berikut tips sederhana untuk meringankan beban yang berat itu agar hidup terasa lebih ringan.

1. Apa yang orang lain pikirkan

Di kutip dari laman Daftar Poker777, yang pertama menarilah mengikuti irama musik kalian sendiri. Lakukan apa pun yang kalian harus lakukan tetapi jangan ikuti apa yang di pikirkan orang lain. Ini adalah hidup, keputusan dan pilihan kalian. Orang lain suka menilai dan mengapa kalian harus peduli jika mereka melakukannya?

Hanya kalian yang bisa mendefinisikan diri kalian sendiri, jadi biarkan mereka jika hal itu akan membuat mereka bahagia atau tidak. Saat kalian terlalu peduli tentang apa yang orang lain akan katakan, di saat itulah kalian menjalani hidup untuk mereka dan bukannya diri sendiri.

2. Kesalahan masa lalu

Semua manusia di dunia ini membuat kesalahan dan pernah mengacaukan hidupnya. Begitulah hidup berjalan. Namun, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Terimalah bahwa setiap orang kadang-kadang akan bersalah, itu bagian dari kehidupan manusia yang tak terhindarkan. Belajarlah untuk lebih sering memaafkan diri sendiri.

3. Apa yang tidak di punya

Manusia cenderung begitu fokus pada kekurangan daripada kelimpahan yang di punya, yang mana hal itu mencegah perasaan bahagia untuk datang. Kalian fokus pada apa yang tidak kalian miliki dan akhirnya merasa benar-benar kekurangan. Apa gunanya itu?

Kalian harus fokus pada sisi positif dari apa yang kalian miliki dan sisi negatif dari apa yang tidak kalian miliki. Mengapa kalian ingin menyiksa diri sendiri dengan semua hal yang tidak kalian miliki? Buatlah daftar semua hal dalam hidup yang kalian hargai.

Akan selalu ada orang yang memiliki berbagai kelebihan yang dia punya dalam hidup dan yang lain dengan lebih banyak kekurangan. Apa yang kalian miliki sekarang sudah cukup.

4. Penolakan

Banyak orang merasa begitu takut di tolak sehingga memutuskan untuk berada di zona nyamannya dan tidak pernah berusaha mengambil risiko. Semakin kalian bersembunyi karena takut, semakin besar ketakutan itu akan tumbuh. Tunjukkan pada diri kalian sendiri bahwa kalian dapat mengungkapkan perasaan kalian dan hidup dengan konsekuensinya.

Kalian akan menaklukkan rasa takut akan penolakan dengan cara ini dan merasa lebih bebas. Bahkan jika hasilnya tidak seperti yang di harapkan, kalian akan segera menyadari bahwa itu tidak seburuk yang kalian kira dan kalian bisa menghadapinya. Bersikaplah sedikit lebih keras, berani dan lihat hidup sebagai sebuah petualangan.

5. Menjadi tidak cukup baik

Mudah untuk merasa bahwa kalian tidak bisa mengukurnya. Kita hidup di dunia yang kompetitif. Tidak apa-apa dan bahkan sehat sebenarnya jika kalian ingin berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Namun, hal itu menjadi tidak sehat ketika kalian merasa jika kalian tidak cukup baik. Selama kalian merasa bahagia dengan siapa diri kalian, di mana kalian berada dan seberapa jauh kalian telah berkembang, itu adalah hal yang terpenting.

Kalian semua sebenarnya tidak perlu khawatir dan menciptakan kesengsaraan batin untuk diri sendiri. Ingat lima poin di atas, karena hal-hal tersebut yang dapat segera kalian hapus dari daftar kekhawatiran kalian. Semoga dengan tidak peduli pada hal-hal itu, kalian akan sedikit lebih bahagia ya!

Kategori
Uncategorized

Beberapa Akibat Jika Kamu Terlalu Sering Menutupi Kesedihanmu, Sebaiknya Jujur Saja

Beberapa Akibat Jika Kamu Terlalu Sering Menutupi Kesedihanmu, Sebaiknya Jujur Saja

Memang ada benarnya, keputusanmu untuk tidak mengumbar kesedihan patut di hargai. Kamu hanya merasa tidak ingin orang lain ikut pusing memikirkan keadaanmu. Kamu juga yakin akan bisa mengatasi sendiri masalah tersebut.

Akan tetapi, bukan berarti kamu boleh terus menutupi semua kesedihanmu itu dari orang lain, ya! Jangan menganggap kesedihanmu sebagai sebuah aib yang tidak perlu di bagikan ke orang lain. Di lansir dari laman tequila-orendain.com, berikut ini akibat buruknya bila kamu tidak pernah terbuka tentang kesedihanmu pada siapa pun.

1. Merasa tidak di mengerti oleh semua orang

Di kutip dari laman Daftar Poker777, yang pertama pada titik ini, kamu akan cenderung menganggap semua orang tidak peka akan keadaanmu. Padahal kalau di logikakan, bagaimana mereka akan mengerti jika kamu jago sekali menutupi perasaanmu?

Namun yang kamu rasakan hanyalah kekesalan. Kamu gak bisa lagi berpikir logis. Akibatnya, kamu merasa kecewa pada semua orang gak peduli yang salah sebenarnya dirimu sendiri.

2. Tiba-tiba ingin menangis atau marah pada siapa pun

Setiap kesedihan yang berusaha kamu pendam itu ibarat air yang gak menemukan saluran sekecil apa pun untuk mengalir keluar dari dirimu. Akibatnya, suatu saat tekanannya akan menjebol pertahanan dirimu.

Ledakan emosimu bisa tiba-tiba terjadi di mana pun dan kapan pun, tak tertahankan lagi. Orang yang tahu-tahu kamu marahi tentu bisa merasa gak terima. Sementara tangisanmu yang heboh seperti tanpa sebab bakal membingungkan semua orang.

3. Apa pun yang menjadi masalahmu gak bisa lekas di atasi

Kamu tentu gak begitu saja merasa sedih. Pasti ada sebabnya. Makin kuat rasa sedihmu, makin serius masalah yang melatarbelakangi.

Dan untuk masalah yang seserius itu, kamu mungkin gak bisa menyelesaikannya seorang diri. Jika gak kunjung terbuka pada siapa pun, masalahmu mungkin menjadi makin kompleks.

4. Orang-orang menjadi terlalu mengandalkanmu

Kamu tampak amat tangguh sehingga layak di andalkan oleh semua orang. Padahal sebenarnya kamu sedang lebih rapuh daripada mereka.

Mereka semua curhat ke kamu, tanpa terpikirkan sedikit pun tentang kemungkinan kamu sedang sangat bersedih. Juga meminta pendapatmu bahkan pertolonganmu yang bikin kamu kian tertekan.

5. Ketenangan yang sesungguhnya gak kunjung kamu dapatkan

Kamu cuma pura-pura tenang. Padahal, makin kamu berpura-pura gak ada apa-apa, dalam hati pasti makin terasa gak keruan. Ketenangan yang sejati baru akan di peroleh jika kamu melakukan dua hal.

Pertama, gak mengingkari kesedihanmu. Kedua, secara aktif mencari solusi untuk penyebabnya. Kalau gak bisa sendiri, ya meminta bantuan orang lain.

Sebagai orang dewasa, mungkin memang gak semua kesedihan yang di rasakan perlu di tunjukkan atau di ceritakan pada orang lain. Kamu tentu gak ingin terlihat lemah, kan?

Namun, tetap ketahui batas kemampuan diri. Gak usah menyiksa diri bila cukup dengan lebih jujur tentang perasaan sendiri pun sudah bisa membuatmu merasa lebih baik.